infomadiunraya.com, MADIUN – Untuk mencetak kader-kader Posyandu yang memahami tugas pokok dan fungsinya di wilayah masing-masing, Pemerintah Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rutin melakukan penyegaran kader-kader Posyandu.

Kepala Desa Kedondong Fatchul Anam, S.Pd., mengatakan, penyegaran kader posyandu Desa Kedondong dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pasalnya, Desa Kedondong terdiri dari 5 Dusun/Dukuh. Di tiap Dukuh ada dua Posyandu.

Dijelaskan, jumlah penduduk Desa Kedondong 5.700 jiwa, sedangkan jumlah balita yang masuk Posyandu sekitar 400 balita. Sementara, jumlah kader Posyandu di Desa Kedondong sebanyak 30 orang.

“Karena luas wilayahnya besar jadi sebulan itu kita mengadakan 6 kali Posyandu di 5 Dukuh,” kata Kepala Desa Kedondong Fatchul Anam, S.Pd, ditemui saat penyegaran kader Posyandu di Balai Desa setempat, Kamis (27/10/2022).

Kades Anam menambahkan, penyegaran kader Posyandu dilaksanakan dengan menggandeng Puskesmas induk maupun dari Dinas Kesehatan. Materi yang disampaikan adalah seputar kemampuan dan kapasitas kader posyandu agar kemampuan dan kapasitasnya bisa meningkat.

“Artinya, ketika kegiatan posyandu itu bisa memberikan pelayanan yang optimal pada para balita, contoh salah satunya kemampuan pengukuran berat badan balita, tinggi badan balita menggunakan alat baru karena tahun ini kita ada pengadaan timbangan yang lebih modern walaupun harganya tidak terlalu mahal,” beber Kades Kedondong.

“Jadi, tujuan dari penyegaran kader posyandu ini agar upgradeding terkait dengan untuk administrasi pengisian data-data balita, kebetulan di awal kepemimpinan saya ini ada semacam penambahan maupun ada pergantian kader posyandu sehingga mereka mungkin belum mempunyai kemampuan untuk itu, jadi tugasnya itu bagaimana kesadaran masyarakat untuk menimbangkan balitanya dalam rangka cegah stunting,” imbuhnya.

Terkait dengan gagal ginjal akut yang belakangan marak menyerang balita dan anak-anak, Fatchul Anam mengatakan bahwa kader posyandu juga diberikan sosialisasi oleh Puskesmas untuk menguprageding pengetahuan terkait obat-obatan apa saja memang sekarang ini dilarang oleh pemerintah karena mengarah penyebab gagal ginjal.

Kader Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama ibu-ibu yang mempunyai balita, agar ketika buah hatinya sakit tidak diberi obat yang sudah dilarang oleh pemerintah.

“Implementasinya di lapangan, kader Posyandu mengedepankan ibu-ibu agar ketika balitanya itu lebih cenderung ke obat-obat tradisional,” urainya.

Fatchul Anam berharap, adanya penyegaran kader posyandu dengan dibekali materi-materi dari narasumber puskemas, bisa membuat kader Posyandu Desa Kedondong menjadi lebih paham tugas pokok dan fungsinya kader posyandu setiap kegiatan posyandu yang dilakukan di wilayah masing-masing. (*/ant/IMR/adv)

sumber : https://www.infomadiunraya.com/2022/10/tingkatkan-kemampuan-kader-posyandu.html

Bagikan Berita